Minggu, 12 April 2015

Pendidikan Karakter



Menurut Suprapto (2007) pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral karena bukan sekedar mengjarkan mana yang benar dan mana yang salah. Lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habitution) tentang yang baik sehingga siswa didik menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan hal baik. 
Sebetulkan pendidikan karakter sama dengan pendidikan Akhlak, hanya saja orang barat tidak mengenal kata Akhlak yang mereka kenal adalah pendidikan karakter, tetapi pada hakikatkan sama.pembentukan karakter sendiri dimulai dari sejak manusia dilahirkan kebumi, dari bagaimana orang tua mendidikan anak sejak baru lahir kedunia. Karakter yang baik akan ada ketika dibiasakan sejak masih kecil.
Adapun nilai-nilai yang diajarkan dalam pendidikan karaktermenurut Megawi (2007) yaitu:

Cinta Tuhan dan kebenaran.
Tunggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian.
Amanah.
Hormat dan santun.
Kasih satang, Kepedulian, dan kerja sama.
Percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah.
Keadilan dan kepemimpinan.
Baik dan rendah hati.
Toleransi dan cinta damai.
Pendidikan terlaksana tidak sekali jadi tapi harus ada proses, prinsip didalam diri, dan prakteknya lansung dalam kehidupan sehari-hari. Karena yang namanya karakter itu dapat dibentuk mulai dari lingkungan rumah, sekolah, dan lingkungan bermain. Jika ingin memiliki karakter yang baik maka ada baiknya kita untuk berada pada lingkungan yang baik juga. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa karekter yang tadinya baik akan tiba-tiba berubah dratis jika tidak bisa menempatkan diri pada lingkungan yang baik.
Selain itu faktor yang paling penting adalah keluarga. Karna kunci utama dari suksesnya mendidik anak dengan karakter yang baik dimulai dari keluarga yang baik. Jika orang tuanya memiliki karakter atau tingkah laku yang baik maka anaknya pun akan baik. Menurut pepatah bahwa “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” . tapi tidak menutup kemungkinan juga jika orang tuanya buruk lalu anaknya baik dan sebaliknya. Semua itu tergantung kepada penyikapan dari setiap individu.
Pendidikan karekter senidiri menekankan kepada tiga kompenen penting yaitu pengetahuan tentang moral, perasaan tentang moral,dan perbuatan moral. Sedangkan cara penyampaian pendidikan moral dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti memasukkan dalam kehidupan sehari-hari, sekolah, dan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...